Posted by : Vicio rizky




Penyergapan itu telah sukses dilakukan. Pasukan zombie itu berhasil dimusnahkan. Pasukanku bersama sisa pasukan Tian Jin menuju istanaku. “Beristirahatlah kalian prajurit Tian Jin di balai prajurit.. Sedang para panglima akan kami istirahatkan di kamar tamu kerajaan.” Komando Fujiwara yang segera dipatuhi oleh seluruh prajurit Tian Jin. Kulihat raut lelah dari para prajurit Tian Jin yang juga mengalami penurunan mental berperangnya. “Takeshi,kau bersama tenaga medis obati para prajurit dan panglima Hagure yang terluka.” Perintahku kepada Takeshi,yag segera ia patuhi. Ia bergegas memanggil tenaga medis lain,lalu membawa tandu dan perlengkapan medis yang dibutuhkan. Mereka dengan langkah cepat dan tepat mengobati,dan mengoperasi mereka dan panglima Hagure,yang terlihat mengalami luka dalam yang cukup parah.
“Mengapa Ayahmu mengirimmu untuk memimpin penyergapan,putri Sonia? Bukannya kamu belum berpengalaman dalam peeperangan?” Tanyaku kepada Sonia memulai pembicaraan. “Yah,ayahku justru menginginkan aku memimpin perang ini. Selain karena untuk menambah pengalaman,ia juga percaya kalau aku bisa menyelesaikan penyergapan. Sayang,malam ini misiku gagal.” Ujar Sonia. “Tak apa,tuan Putri. Kegagalan merupakan awal kesuksesan. Kau bisa belajar dari pengalaman ini.” Ucapku mencoba menyemangati Tuan Putri. “Beristirahatlah,agar kau besok bisa pulang ke istanamu.” Lanjutku kemudian.
Setelah semua telah pergi ke tempat istirahatnya,aku pun segera menuju ke peraduanku,dimana Cindy dan Haruka telah menungguku. “Haruka,gimana kabar Nabilah dan Ayana?” Tanyaku kepada Haruka yang sedang mengenakan piyama tidurnya berwarna pink. Sedang Cindy mengenakan piyama berwarna biru tua. “Mereka baik-baik saja. Kini Ayana sudah bisa menjadi tenaga medis kerajaan. Sedang Nabilah kini sudah mulai berlatih kendo bersama beberapa pengawal.” Ujar Haruka. Perubahan  tubuh Haruka hanyalah pada perutnya yang semakin membesar,mengandung anak hubunganku dengannya. Cindy hanya terdiam saja melihatku berbicara dengan Haruka.”Mengapa kamu hanya terdiam saja,sayangku,Cindy? Kamu terlihat murung” “Aku tidak apa-apa,Rizuki. Hanya saja aku berusaha menahan rasa cemburuku. Kulihat kamu sangat mesra dan akrab dengan istri mudamu,Haruka.” Ujar Cindy yang terlihat kesal karena kudiamkan. “Maafkan aku,Cindy.” Lalu aku membelai rambut dan pipinya. “Aku tetap sayang kamu dan Haruka. Kedua istriku kuperlakukan sama.” Kucium kening dan pipi Cindy dan Haruka. “Ku ingin beristirahat. Selamat tidur kedua istri cantikku.” Lanjutku yang lalu mulai terbaring dan memejamkan mata,disusul Cindy dan Haruka.
Keesokan paginya,basis pertahanan musuh mengalami kepanikan luar biasa. Hal ini terjadi karena ada satu laporan pengamatan dari salah satu pengawas loji bahwa ia melihat asap dan cahaya terang yang sempat bermunculan,serta bunyi dentuman dari arah desa Trem. “Apa benar yang kau lihat??” Tanya Drakonice seakan tak percaya oleh salah satu penjaga yang memberi laporannya. “Memang benar saya melihat asap dan cahaya terang yang sempat bermunculan tadi malam. Serta saya sempat mendengar bunyi dentuman. Semuanya berasal dari arah desa Trem dan sekitarnya tuan Paduka.” “Jika kamu memberi laporan tak benar,akan saya potong leher dirimu tanpa ampun.” Erlang memberi ancaman kepada penjaga itu. Penjaga itu merasa ketakutan mendengar ancaman dari Erlang. Pucat pasi wajah sang penjaga itu. Ia merasa bersalah telah melaporkan kejadian ini.“Sayangku, Erlang, daripada kamu mengancam tak jelas,lebih baik biar aku dan Jeje yang memastikan keberadaan pasukan zombie di desa Trem. Apakah mereka masih hidup atau sudah musnah.” Ujar Melody “Jika benar pasukan zombie itu musnah,maka tak perlu kau memberi hukuman kepada prajurit penjaga ini. Jika omongannya ia tak benar,kau boleh memutuskan kepalanya.” Lanjut Melody yang membuat Erlang mengangguk kepalanya tanda setuju kepada keputusan Melody. “Hei kau penjaga,kau ikut kawal Melody dan Jeje !” Ujar Erlang kepada sang penjaga pemberi laporan. Sang penjaga itu langsung menaati perintah Erlang,bersimpuh,lalu segera menyusul Melody dan Jeje yang telah berada di depan pintu benteng.
Sementara itu,di istana Tian Jin,Raja dan Ratu pun juga panic. Mereka belum melihat pasukan Tian Jin kembali menuju istana kerajaan. “Apa mungkin mereka tewas semua baginda?” Tanya sang Menteri. Pertanyaan sang menteri ini sontak membuat kaget raja dan ratu. “Tak perlu kau bikin kami was-was. Putriku,Sonia dan para panglima lain sangatlah kuat. Para panglimaku telah berpengalaman dalam urusan perang. Tak mungkin mereka mati sia-sia.” Sang raja pun marah kepada sang menteri. “Tapi pasukan zombie mereka tak kita ketahui jumlahnya. Bisa saja mereka menang jumlah pasukannya,lalu pasukan kita terkepung dan ….” Sang ratu pun memotong pembicaraan Raja dengan menteri. “Sudahlah,kalian berdua tak usah bertengkar dan adu debat. Kita berdoa saja semoga putri kita dan pasukan selamat.” Omongan dari ratu Stella membuat raja dan menteri pun terdiam. Mereka merasa kata-kata Ratu Stella ada benarnya. Sang Ratu masih optimis kepada pasukannya yang suaminya kirim masih ada yang terselamatkan. “Sangat menyesal diriku mengirim putriku sendiri menuju misi penyergapan yang mustahil untuk dimenangkan.” Sang Raja merasa bersalah atas pengiriman putri sulungnya,yang kelak menjadi penerus takhtanya. “Tak apalah suamiku,Rolver. Kita masih mempunyai putra kecil kita,Raphael Jin yang bisa menjadi penerusmu.” Ujar Stella mencoba menenangkan hati suaminya. Ketegangan dalam istana antara Raja dan Menteri sedikit mereda,meski mereka juga masih was-was terhadap keselamatan Putri Sonia.
Sementara itu di istanaku,di Kota Rizuki,para prajurit dan panglima perang Tian Jin bersiap untuk pulang. Mereka akan dikawal pasukan khususku yang berjumlah 10 orang,yang dipimpin Fujiwara “Sonia,khusus anda,anda akan dikawal oleh Bima,Nathania, dan Cheristiawan. Engkau akan melalui teleport yang akan dibukakan oleh Nadzar, agar perjalananmu cepat sampai. Aku tak ingin kedua orang tuamu semakin khawatir atas kehilangan putri sulungnya dalam penyergapan. Baru setelah itu pasukan anda yang akan dibukakan teleport oleh Takeshi.” Ujarku kepada Putri Sonia. “Atas nama kerajaan Tian Jin, saya dan pasukan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Ini ada hadiah kecil untuk anda Tuan Rizuki.” Lalu ia memberi sebuah bingkisan berbentuk kotak. “Sebagai lambang persahabatan antara kota Rizuki dan kerajaan Tian Jin. Semoga hubungan kerajaan semakin harmonis dan langgeng.” Lanjutnya. Ku tertegun dengan bingkisan yang ia beri. Setelah itu,ia pun bergegas bersama Bima,Nathania,dan Cheristiawan. Setelah kepergiannya dengan menggunakan teleport,diriku segera membuka bingkisan yang telah diberinya. “Kau diberi Sebuah patung emas oleh Rolver?” ujar Cindy yang datang tiba-tiba dari belakang dan menyahutku. Meski diriku terkesan dengan bingkisan ini,namun ku sempat terkaget karena kehadiran Cindy. “Ya,Cindy . Bukan Rolver,tapi putrinya.” Ujarku pelan,mencoba menenangkan diri. “Yah,dia memang cantik,lembut,namun tegas,mirip ibunya.” Lanjut Cindy sedikit mengalihkan pembicaraan. “Hmmm tapi patung emas ini sedikit mengingatkanku pada seseorang.” Aku cukup terheran dengan patung yang sebenarnya lebih mirip miniatur seseorang “Sini,biar aku lihat.” Cindy pun segera merebut patung emas itu,dan cukuplah terkaget dirinya,lalu ia menangis terharu melihat patung itu. “Rasa kangenku terhadap ayah semakin bertambah. Ayah,kapan kamu bisa hidup lagi?? Aku ingin ayah bisa ada disampingku” Ia tak bisa menahan air mata kerinduannya tatkala patung emas itu adalah sosok ayahnya,yang dia banggakan tatkala ayahnya masih menjadi raja di kerajaan Cheng. Aku pun merasa berduka atas kehilangan sosok ayahnya. Aku hanya bisa memeluknya dari belakang,dan mengelus rambutnya. “Cindy,ayahmu tak bisa dihidupkan lagi. Yang bisa kita hidupkan adalah semangatnya agar rakyat bisa makmur,tentram,dan sejahtera. Aku akan berusaha untuk menjaga warisan semangatnya melalui kota ini. Kelak setelah perang ini,aku akan memimpin layaknya ayahmu.”
Sementara itu,di desa Trem,Sang Penjaga, Melody dan Jeje hanya bisa melongok keheranan,bahwa markas para zombie itu kosong melompong. Tak ada jejak dari pasukan zombie,hanya ada pasir dan debu. “Siapakah gerangan yang dapat memusnahkan pasukan Zombie yang dikata terkuat dan sulit dikalahkan??” Melody hanya dapat bertanya keheranan dalam hatinya sembari mencari sosok Oracle,sang pemimpin pasukan Zombie. Tertegun dirinya.  “Melody,aku tak menemukan Oracle sama sekali disini. Apakah dia pindah markas?” Tanya Jeje yang segera membuyarkan lamunan Melody. “Ah,tak mungkin Oracle memindahkan markasnya. Akan kucari sebentar. Jurus Pelacak !” Jurusnya ia aktifkan . Jurus yang dapat mencari,melacak dan menemukan seseorang dari tenaga dalam yang terpancar.
Namun,lagi-lagi ia tak menemukan Oracle sama sekali. “Jurus Pelacak !” Ia mengulang lagi jurusnya,kali ini dengan intensitas jarak pencarian mencapai 5 km. Namun,ia tetap tak menemukan. “Bagaimana Melody? Sudah kau temukan Oracle?” Tanya Jeje. “Maafkan aku Jeje,sepertinya Oracle telah mati.” “Tak mungkin lah Melody. Dia seorang zombie kuat,bahkan bisa tahan terhadap cahaya dan sinar matahari,dan pernah membunuh banyak prajurit di medan perang.” Jeje merasa kaget dan tak percaya oleh Melody. “Jika memang begitu,besar kemungkinan Oracle telah dikalahkan oleh orang yang lebih kuat darinya,dan disegel rohnya sehingga ia tak hidup lagi.” Kata-kata Melody memperjelas keberadaan Oracle yang besar kemungkinan telah dikalahkan.”Sudahlah kalau kita takkan menemukannya. Berarti Oracle telah dikalahkan dalam suatu pertempuran disini. Selamat kau penjaga. Kau bisa sedikit bernafas lega telah lolos dari ancaman bos Erlang.” Kata Melody yang membuat sang penjaga itu bisa menenangkan dirinya. Lalu mereka bertiga kembali menuju basis pertahanan di desa North. Mereka pulang tanpa membawa hasil. “Siapakah gerangan yang dapat mengalahkan dan menyegel Oracle? Apakah Rizuki dan pengawalnya,yang sempat buatku kewalahan?” Pertanyaan itu terus memenuhi benak Melody selama perjalanan pulang.

Dengan jurus Teleport,Putri Sonia,yang dikawal oleh Bima,Cheristiawan dan Nathania,tiba dengan hanya waktu tempuh setengah hari. Saat mereka tiba,hari telah beranjak malam. Para prajurit yang sedang menjaga istana Tian Jin atau sekedar bersantai ria pun langsung segera bersimpuh sejenak menghormati kehadiran Putri Sonia. “Permisi,Putri Sonia akan saya antar menuju istana kerajaan. Kalian para,tamu bisa menunggu sejenak disini.” Cegat salah seorang prajurit yang sedang menjaga pintu istana. “Maaf,prajurit. Biarkan mereka ada disini untuk menemaniku. Jika kau membantah, akan kuadukan kepada ayahku,lalu kau kelak akan dipenjara di penjara bawah tanah.” Ucap Sonia tegas sehingga sang prajurit jaga pun merasa enggan untuk menahan para tamu itu.
Sonia pun segera bergegas menuju istana,dan ditemuinya ayah dan ibunya. “Ayaaahh !!” Sonia pun berteriak histeris,lalu memeluk ayahnya. “Anakku,Sonia. Ayah sangat mengkhawatirkanmu. Mengapa kamu tak pulang setelah penyergapan?” “Ayah, pasukanku diselamatkan oleh mereka, para prajurit gagah berani dari kota bernama Rizuki.”   Tanpa disuruh Bima, Nathania dan Cheristiawan segera bersimpuh “Hampir saja kami kalah. Namun berkat mereka dan pemimpinnya bernama Rizuki,kami bisa memenangkan pertarungan.” Ucap Sonia melanjutkan kata-katanya. “Permisi Paduka Raja, Kami dari pasukan kota Rizuki,telah berhasil menyelamatkan tuan Putri,para panglima, dan seratus prajurit anda yang tersisa akibat terkepung oleh musuh. Mereka yang tersisa berada dalam perjalanan dan sebentar lagi akan sampai dengan kawalan pasukan khusus kami. Yang terluka juga telah kami obati .” Ucap Cheristiawan. “Terima kasih kalian wahai para pahlawan dari kota Rizuki. Sampaikan salamku kepada pemimpin kalian,Rizuki.” Ucap Raja Tian Jin.
”Beristirahatlah kalian tamu dari kota Rizuki. Hari telah larut malam. Beristirahatlah di kamar tamu kerajaan.” Ucap Ratu Stella. “Terima kasih paduka Raja dan Ratu atas kebaikannya. Kami akan beristirahat sejenak disini.” Balas Cheristiawan. Setelah Putri Sonia sampai,seratus prajurit Tian Jin dan panglimanya yang dikawal pasukan khususku yang berjumlah sepuluh telah sampai.. Bima,Cheristiawan,Nathania,dan 10 prajurit khususku yang dipimpin Fujiwara pun dijamu dengan hidangan mewah ala kerajaan oleh Raja,dan beristirahat sejenak menyambut mentari pagi.
Sementara malam di basis pertahanan musuh,serasa seperti malam berkabung. Ya ini merupakan malam dimana para pemimpin pasukan musuh tak menyangka pasukan zombie mereka ditaklukkan dan dimusnahkan dengan sebegitu mudahnya. “Begitulah,sayangku Erlang. Hanya itu yang bisa kusampaikan. Memang benar aku telah melacak keberadaan Oracle,dan tak ditemukan tanda-tanda keberadaannya.” Ucap Melody. “Sial, siapa yang bisa menghancurkan pasukan zombie kita sebegitu mudahnya?? ” Mars pun merasa tercengang dan kaget setengah mati mendengar kabar dari Melody. “Hmmm sampaikan permohonan maafku kepada sang penjaga. Akan kulepaskan ancamanku dari batinnya,Melody.” Ucap Erlang.  “Baiklah sayangku,telah kuucapkan permohonan maafmu tadi,Erlang.” “Terima kasih kalau begitu.” Lalu ia mengecup kening Melody. “Lalu siapakah gerangan yang bisa mengalahkan Oracle? Dia bukannya sangat kuat?” Tanya Drackonice kepada Erlang. “Siapakah lagi kalau bukan Rizuki dan pasukannya ! Mereka seperti lalat pengganggu dalam misi kita. Mereka harus dimusnahkan layaknya mereka memusnahkan pasukan zombie kita !” Ujar Mars. Namun, Erlang tak menerima kenyataannya. Dia pun menunjukkan amarahnya dan emosi. “Aku tak akan segan untuk memenggal kepala Rizuki kali ini ! Awas kau Rizuki !” Dengan emosi,Erlang pun memukul meja disampingnya. Lalu setelah itu ia melepas pedang dari sarung pedang,dan dengan cepat dan penuh tenaga menebas meja itu hingga terbelah menjadi beberapa bagian.  “Kelak  akan kubelah tubuh dirinya seperti meja yang kutebas ini ! Huahahahahah” Erlang pun tertawa puas,dengan mimic muka layaknya seorang yang kejam dan psikopat. “Lalu setelah itu,tak ada yang dapat mengganjal atau menghalangi aku dan kalian menjadi penguasa dunia !”

===========================Bersambungkepart14==========================

{ 5 komentar... read them below or Comment }

  1. huh akhirnya keluar juga , menarik juga nih , jadi suka bacanya , kreatif :)

    BalasHapus
  2. :v hahaha,keren N kreatif,ampe part brp ni mas ?

    BalasHapus
  3. gila bener,udah part 13 aja.

    BalasHapus
  4. rame bangettt ya ceritanya ,,,,


    thanks

    BalasHapus

Satu komentar anda sangat berarti bagi kelangsungan blog ini. Semoga mengena ya dengan puisinya

- Copyright © 2013 Spirit and Confidence - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -