Posted by : Vicio rizky

Di Indonesia,masyarakat cenderung berpikiran bahwa orang disabilitas itu “menyusahkan”. Mengapa demikian? Karena mereka punya keterbatasan fisik yang tidak sama dengan orang normal pada umumnya. Selain itu mereka juga terkadang mendapat diskriminasi serta pengucilan masyarakat sekitar. Bahkan pemerintah yang semestinya merupakan pengayom masyarakat cenderung acuh tak acuh. Contohnya banyak anak tunanetra Terpaksa harus meninggalkan sekolah umum yang sebenarnya sebelum mereka menderita mereka sangat senang ataupun menderita dengan sekolah tersebut. Lalu setelah menyandang tunanetra,mereka terpaksa bersekolah di SLB (sekolah Luar Biasa) yang kualitasnya tidak sama dengan sekolah negeri atau swasta,tapi mereka sangat bahagia karena sama sama punya teman yang senasib dengannya. Padahal anak ataupun orang yang mengalami disabilitas bisa saja punya kelebihan yang tidak dapat dipunyai oleh orang normal. Mereka tentu ingin “eksis” layaknya orang normal,tapi karena perlakuan dari masyarakat,maka biasanya orang yang disaabilitas mempunyai perubahan sifat yang sangat tertutup sehingga tidak dapat bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. (bahkan mungkin saja sebenarnya orang yang punya keterbatasan fisik punya akhlak baik yang lebih dibanding orang normal yang berpikiran bejat. Orang tunanetra kan gak bisa liat cewek cewek bohai semok yang pakaiannya mini mini. Sedang orang normal macam saya malah bisa melihat tuh cewek cewek yang bisa bisa dapat dosa. Hahahaha). Paradigma sosial tersebut masih sangat mengakar hingga kini. (Mungkin karena negara berkembang jadi pikirannya gak pernah maju atau “NDESO”,sedang negara maju sangat terbuka pikirannya). Mereka,masyarakat umum,tidak menyadari bahwa suatu saat mereka atau keturunannya juga bisa mengalami disabilitas. (bisa bisa kalau keseringan malah masuk neraka lagi) Cacat atau disabilitas (bahasa kerennya) sekarang di negara negara lain sudah dianggap derajatnya sama dengan orang lain. Hal tersebut dikarenakan dukungan dari teknologi teknologi yang sangat maju sehingga orang disabilitasu bisa eksis dan tidak terlalu minder. (Gak kayak Indonesia teknologinya masih “kutu kupret” atau “NDESO” *ngomong ala Tukul Arwana* ). Seperti komputer atau laptop khusus tuna netra yang sekarang ada di USA (atau dipanggil Amerika Serikat),Jerman,Inggris,dsb. Bahkan huruf Braille pun yang dipergunakan bagi penyandang tunanetra pun “diproduksi” oleh orang Prancis (aku lupa siapa namanya). Indonesia??? Bisanya import sama korupsi doang. Disamping,pikiran orang orang negara maju sangat terbuka dan tidak pragmatis.
Sekarang di Abad 21 ini,disabilitas banyak yang memperoleh prestasi di tingkat internasional. Seperti Olimpiade disabilitas (lagi lagi aku lupa namanya) tingkat ASEAN. (bentuknya seperti SEA GAMES loooh). Di sana para atlet yang disabilitas bisa berkompetisi dengan negara lain (yang tentu atletnya disabilitas) untuk mendapat medali Emas,Perak,Perunggu. Perjuangan mereka tentu sama kerasnya dengan atlet yang ikut SEA GAMES 2011 yang diadakan di Jakarta-Palembang. Wah salut saya sama perjuangan mereka. *plok plok plok*. Cabang olahraganya biasanya renang,lari,dsb . Jika atlet tersebut dapat medali,tentu nama negaranya pun jadi terkenal . (ya iyalah mereka kan me,bawa nama negaranya). Hal tersebut dapat memicu rasa nasionalis mereka. Makanya janganlah mendiskriminasikan kaum disabilitas ya. Belum tentu mereka yang kita kira tidak bisa apa apa bisa melakukan sesuatu bahkan bisa mengharumkan nama negara di kancah internasional. (bukannya korupsi melulu)
Setelah bahas olimpiade,kali ini kita akan bahas komunitas komunitasnya,. Di Indonesia,sebenarnya sudah cukup banyak komunitas komunitas yang membantu kaum disabilitas macam Tunanetra,dsb. Tapi biasanya organisasi tersebut hanya bersifat swasta serta LSM.Mereka yang membentuk organisasi tersebut sangat peduli terhadap para disabilitas tersebut.Mereka ingin agar kaum disabilitas tersebut bisa maju,tidak hancur mentalnya oleh pengucilan dari umum. Dari pemerintah?? Lagi lagi mereka tidak ada antusiasnya dalam memajukan rakyatnya,terutama kaum disabilitas.SLB aja kondisinya masih memprihatinkan. BOS pun hanya diperuntukkan bagi sekolah negeri saja. (mestinya kalo bisa menyeluruh).
Salah satu komunitas Disabilitas ialah KARTUNET Community. Apa itu KARTUNET Community???
KARTUNET merupakan kepanjangan dari “Karya” dan “Tunanetra”. Pendirinya ialah orang orang muda yang tunanetra ataupun tidak tapi peduli pada kaum tunanetra pada tanggal 19 Januari 2006. Bersifat terbuka , independen, tanpa kepentingan pollitik apapun. Isinya mencakup berita mengenai teknologi,karya sastra,maupun informasi lain yang berkaitan dengan disabilitas ,ditujukan kepada masyarakat umum. Bergerak di bidang IT , teknologi informasi dan komunikasi tepatnya.
Saya salut dengan KARTUNET Community yang pendirinya orang orang muda. Mereka melakukan hal hal positif yang tidak dilakukan para pemuda lainnya. (malah kaum intelektual macam pelajar dan mahasiswa sering tawuran,bentrok dengan masyarakat lainnya). Mereka menyalurkan pikiran positif dalam suatu wadah yang tentunya berguna bagi masyarakat umum. Semoga,di tahun tahun yang akan datang akan bermunculan wadah wadah penampung aspirasi bagi kaum disabilitas macam KARTUNET Community ini. Juga KARTUNET Community bisa lebih maju lagi serta tiidak terpengaruh arus politik yang Cuma bisa “kampanye” serta arus komersialisasi yang hanya menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lainnya dan konsisten terhadap visi,misi, dan tujuannya. Saran saya agar KARTUNET Community bisa berperan aktif dalam kegiatan masyarakat macam reboisasi,membantu korban bencana alam , mensosialisasikan kepada warga agar tidak mendiskriminasi warga disabilitas serta visi misi dan tujuan organisasi masyarakat.
http://www.kartunet.com/
TERIMA KASIH.

Leave a Reply

Satu komentar anda sangat berarti bagi kelangsungan blog ini. Semoga mengena ya dengan puisinya

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © 2013 Spirit and Confidence - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -