Posted by : Vicio rizky


*Di rumah Haruka*
Sesampainya di rumah Haruka,Ayana dan Nabilah merawat Nathania yang mengalami luka cukup berat. Pipi dan bibirnya berdarah akibat siksaan para penjahat yang mencegahnya. Dia juga mengalami shock berat akibat adiknya yang tercinta meninggal secara tragis.
"Bagaimana keadaannya Nathania?" Tanyaku kepada Haruka. "Yah,keadaannya cukup buruk. Namun jika dia banyak istirahat,dia akan pulih cepat kok." "Ngomong-ngomong haruka,apakah kamu sudah tahu dia berasal dari mana?" "Dia tadi mengatakan bahwa ia berasal dari Cambridge,sebuah desa kecil di Tenggara Sukuyomi. Katanya,ia mau mengungsi ke desa ini setelah desanya dihancurkan dan dibakar habis oleh The banditers. Ia dan adiknya melarikan diri menuju kesini,namun mereka juga dikejar oleh geng besar tersebut. Gitu ceritanya." ucap haruka rinci. "Owh,kasian sekali dia. berat baginya kehilangan desa dan adiknya yang juga keluarga satu-satunya." Ucapku pendek. Lalu,suasana menjadi hening. hanya ada suara hewan malam yang menyertai diamku dan haruka.
*Di tempat lain,di markas The Banditers yang terletak dekat dengan desa Cambridge."
Airlangga dan 5 kawannya yang saat itu harus menanggung malu karena dikalahkan Rizuki,menghadapi bos besar,yang meminta laporan pertanggung jawaban mereka.
"Apa-apaan kalian ini?? hanya melawan 1 keroco aja sudah keok !" Ucap sang bos besar.
"Tapi bos,setidaknya kita sudah menghabisi desa Cambridge" ucap Rangga.
"Diam kau anak buah tak tahu diri ! biarpun cuma 1 orang lolos,itu bukan menghabisi. Ini adalah menghabisi yang sebenarnya !" Lalu sang bos besar mengambil sebuah kurungan yang berisi 10 Tikus Putih. "Bakarlah. Api Hitam Lucifer !" Muncullah api hitam yang membakar kurungan itu. "Inilah yang kusebut sebagai mennghabisi."
"Tapi maaf,bos besar Erlang yang Agung . Keroco yang saya dan kelompok hadapi adalah pendekar pedang dan wakil komandan angkatan perang batalyon 1 kerajaan Cheng yang dikata legendaris. Ia juga adalah murid dari Kenshin Himura,yang juga menguasai *Cahaya Pedang Kehancuran*." Ucap Airlangga kepada bos besarnya,yang bernama Erlanda. Seketika raut bos besar pun tegang. "Apa maksudmu Airlangga? Apakah Rizuki telah kembali?" tanya Erlang. "Kami tak tahu pasti,tapi besar kemungkinan dilihat dari wajahnya sih,memang dia." Ucap Airlangga. "Terima kasih kalian telah memberi info penting ini." Seringai Erlang yang jahat pun keluar. "Tapi,kalian juga tetap harus bertanggung jawab atas kesalahan kalian yang telah dikalahkan oleh Rizuki. Keluarlah ratu pembantai dan Putri Sadis,Melody dan Jeje". Muncullah 2 gadis cantik berpakaian hitam yang membawa pedang pemenggal mereka. "Ada apa rajaku,Erlang yang Dipertuan Agung?  Saya dan Jeje akan melaksanakan seluruh titah baginda kegelapan." Ucap Melody. "Kalian berdua hanya harus bertarung dengan Airlangga dan 4 kawannya hingga mereka mati." "Titah baginda akan kami laksanakan" Ucap Jeje. "Hei bos Erlang. Ini bukan kesalahan mutlak ...." ucap Ogi yang belum selesai. Namun sayang,Jeje telah menebas leher Ogi.
Surya,Rangga,Airlangga,dan Jati pun kaget dengan serangan dadakan itu. "Kawan,kita siapkan pedang kalian !" komando Airlangga "Nyawa Pedang : Hantu Kematian !" Ucap mantra dari melody. Lalu,pedang yang dipegang Melody berjalan sendirinya dengan cepat,bagaikan Hantu . "20 Tusukan dewa kematian" Mantra Airlangga  yang berusaha mematikan melody. Namun dengan cepat jeje membuat tameng "Perisai Kegelapan." ucap jeje. "Airlangga,aku dan Jati akan menyerang Jeje bertubi. Kau serang Melody dari belakang." Ucap Rangga. Lalu,Rangga dan Jati menyerang habis-habisan. "Aku tak mau mati disini,Sabit Kesunyian!" Pedang Jati pun mengeluarkan cahaya bulan. "Pedang Sakti : Keras Batu Penghancur Tameng !" Ucap Rangga,yang kemudian diikuti pedang Rangga yang benar-benar menjadi keras dan dapat menghancurkan tameng sihir jeje. Namun,Jeje sudah siap dengan serangan itu "Pedang Petir !" Pedang jeje pun mengeluarkan listrik dan raaungan suara petir membahana. Iya pun dengan secepat kilat menusukkan pedangnya ke Rangga yang berusaha menahan serangannya dengan pedang batu,tapi gagal ditahan Rangga. Jati pun mengamuk dan berusaha menyerang jeje,tapi Melody pun menahan serangan Jati "Mengaumlah ! Macan Kegelapan !." Terdengar suara auman macan yang keras,dan membuat tubuh Jati pun meledak dan hancur. Airlangga pun terkena imbas dengan suara auman itu,meski ia jauh dari Melody. ia tak kuat. dan lalu pingsan. Di tempat Airlangga pingsan,Jeje telah siap dengan pedangnya. dan Terakhir menusuknya ke jantung Airlangga.
"Bagaimana,ladies? sudah selesai bermain-mainnya?" Kini ada misi khusus untuk kalian berdua. Temukan Habisi Rizuki sang Pendekar Pedang legendaris itu." Komando Erlang.
"Tapi sebelumnya apakah kamu menemukan Rizuki,my Queen,Melody?"
"Yah,saya akan melaksanakan titah baginda kegelapan. Dan saya dengan telepati telah menemukan bahwa Rizuki berada di desa Sukuyomi. Tak jauh dari Cambridge !" Ucap Melody sembari bersimpuh.
"Kalau begitu,segera laksanakan Misi kalian ! Kekalahan tak akan aku terima !" Ucap Erlang menggelora.
Lalu Melody dan Jeje bergerak cepat keluar dari markas,dan melangkah layaknya ninja dalam kegelapan malam pekat.
===========================Bersambung ke Part 3==============================

{ 5 komentar... read them below or Comment }

  1. Bagus juga menarik. Apalagi jika namaku dimasukin jadi salah 1 tokoh protagonis ^_^

    BalasHapus
  2. ceritanya bagus ,,, tapi lebih bagus lagi kalo ada ilustrasinya

    BalasHapus
  3. ceritanya bagus, tetap berkarya ^^

    BalasHapus
  4. mantab Sob,,,,
    Ma'af baru berkunjung kembali

    BalasHapus

Satu komentar anda sangat berarti bagi kelangsungan blog ini. Semoga mengena ya dengan puisinya

- Copyright © 2013 Spirit and Confidence - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -