Teduhkan jiwa diantara malam,
Menghirup beribu aroma nafas kehidupan,
Memejamkan mata sejenak,
Memainkan kenangan dalam benak.
Bersenandung sepi,
Beriramakan sunyi dan hening,
Bertiup derai angin
Yang menghembuskan hampa
Redupnya cahaya bintang
Menemani hariku
Duduk termenung,
Menyendiri, disamping nisanmu
Meresapkan kebahagiaan dalam batin
Membuaikan cinta di dada
Saat masa lalu bergejolak
Masih teringat, lambaian tanganmu
Bersama senyummu yang terkembang,
Rambut panjangmu seakan terbang
Menyapa hari-hariku dulu
Kau setia menemaniku,
Kita selalu bersama,
Mengecap rasa vanili pada es krim yang kau suka,
Berjalan-jalan menikmati senja
Sembari engkau membawa boneka panda kesukaanmu
Ataupun membawamu setangkai bunga Lavender, favoritmu
Kini, tiada lagi engkau
Sudah habis dirimu termakan takdir,
Ya, ia yang memendekkan usiamu,
Hingga kau harus berada disini,
Merengkuk dalam dinginnya tanah.
Aku hanya bisa meratapimu,
Menahan rasa amarah,
Akibat kutak bisa mengubah takdirmu.
Kini, kuberdiam diri
Menunggu malam berganti pagi,
Melewatkan waktu yang kelam
Menemani jasadmu yang terkubur
Bersama Lavender dan boneka panda
Yang setia menemanimu dahulu
Aku Disini Menemanimu
Rasa ini sungguh membuncah dada,
Membara hangat pelukan
Berdebar jantung ini
Saat bersamamu.
Melihat langit sudah menjadi rutinitas,
Ketika bahagia, terpancar rona pelangi
Saat sedih, terbiaskan air mata langit
Yang membasahi raga.
Waktu malam, rembulan kita tatap,
Sembari bergandengan tangan,
berpeluk dan bercium mesra.
Tak pernah kumerasa sepi,
Saat bersamamu.
Rindu selalu terhapuskan
Oleh kehadiranmu.
Hari-hari berlangsung hidup
Mulai matahari terbit hingga senja menyambut
Engkau slalu membahagiakanku
Mengajakku menelusuri ribuan warna dalam hidupmu
Engkau jua yang meramaikanku
Hingga dapat kuusir hampa dan kesendirian.
Ah, kutak bisa hidup tanpamu
Aku ingin selalu berada disampingmu
Ingin jalan bersamamu sepanjang waktu
Menapaki jalan takdir yang terbentang
Denganmu, kuingin terus menelusurinya
Jalan yang tak berujung itu
Hingga suatu saat kematian menebus kita berdua
Dan kelak membawa jiwa yang telah bersatu ini
Menuju surga Firdaus
Kujalani Hidup Bersamamu
Malam semakin larut,
Aku hanya bisa menatap kosong langit,
Yang dipenuhi ribuan bintang redup.
Termenung cukup lama diriku,
Hingga sempat terjatuh dalam lamunan
Yang penuh akan kenangan manis
Yang takkan tertelan zaman.
Tak bisa terlupakan wajah manismu.
Senyummu selalu terkembang di setiap waktu
Engkau selalu membuatku bahagia,
Menyembuhkan luka hatiku yang terkadang muncul,
Ataupun menguraikan duka yang timbul.
Rambut pendekmu yang berponi,
Membuatku terbuai dalam cinta.
Pelukmu buatku terjatuh dalam candu asmara.
Mata beningmu, tak tampak dosa.
Seakan tatapanmu bisa meluluhkanku.
Kebersamaan yang dirajut dalam tali kasih,
Seolah memperkuat batin kita
Tuk menjalin cinta.
Ah, tapi itu hanya kenangan lampau.
Memori indah yang tertanam kuat dalam benakku.
Meski kini engkau tak lagi disampingku
Tapi aku tetap menunggumu
Dalam kesendirian dan kesunyian
Menanti hingga engkau kembali,
Meski akhir dunia datang lebih awal
Menantimu
Rembulan yang seolah bersedih
Meski ditemani ribuan bintang
Kurasakan angin berdesir pelan
Mencoba menerbangkan rambut hitamku
Kenangan itu,
Kembali merasuki raga
Mengalir mengikuti arus darahku
Yang bergejolak
Saat mengingatnya
Kenangan itu,
Tak bisa menahanku
Seluruh emosi bercampur aduk
Saat engkau kembali dalam benakku
Ketika engkau memelukku
Ketika dikau mencium mesra bibirku
Masih teringat senyummu
Saat kuberikan setangkai mawar
Dan sebongkah coklat kesukaanmu
Di kala malam bersinarkan cinta kita
Masih kurasakan hangat pelukanmu
Saat kau dekap aku
Berdiri bersama di jembatan
Yang menyeberangi sungai
Kenangan itu,
Takkan memudar
Meski kucoba menghapusnya
Takkan terkekang waktu
Meski kucoba mengurungnya
Kenangan itu,
Membuatku tersiksa
Menyakitkan saat teringat semuanya
Air mata selalu terjatuh
Di kala sepi berdentang
Saat kurasakan ruhmu memelukku,
Meski kutahu dirimu telah pergi
Meninggalkanku selamanya
Menuju surga yang indah
Namun, kisah cinta kita kan terukir abadi
Hingga aku pun bisa menyusulmu
Kini, kutinggalkan mawar merah
Yang sempat menghiasi kenangan kita
Pada batu nisan yang terukir namamu
Aku terdiam, terhanyut dalam cinta lampau
Kenangan yang Terukir Abadi
Sorry ye, akhir-akhir ini mimin sibuk. *lebih tepatnya kehabisan kuota. hari ini mimin aka posting singkat tentang konser JKT48 yang digelar di ITC, tepatnya di SIBEC Convention centre and Hall. Ya, konser itu digelar tanggal 30 Juni 2013. Konser yang diberi nama "Perkenalkan Nama Kami JKT48" dimulai dari pukul 17.00 WIB. Antriannya sudah mengular sejak pukul 15.00 loh pas sang admin baru datang.
Opening dimulai oleh cosplayer CSR0048, lalu dilanjutkan MC yg mengajak satu fans wotagei dance. *sempat malu-malu kucing loh fansnya menari wota*
Dilanjutkan JKT48 menyanyikan lagu-lagu
1. Heavy Rotation (yang menjadi lagu perjuangan pertama mereka dahulu)
2. Aitakatta/ Ingin Bertemu
3. Gomen ne summer/ Maafkan Summer (lagu favorit mimin)
lalu rehat dg penyambutan dari Melody cs kepada fans. Mereka semua ternyata sudah pintar berbahasa Jawa. Seperti Rena yang bisa mengucapkan "Matur nuwun", Ghaida dan Sendy dengan "Piye Kabare". Kemudian Nabilah yang membiacarakan bakso malang yang katanya dari Surabaya *eh buset jauh amat, delima yang telah mencoba rawon, setan, dll.
Setelahnya mereka menyanyikan lagu-lagu
4. Ponytail to Shushu
5. Kimi no koto ga suki dakara (Karena Kusuka Dirimu)
dan 6. Baby baby baby,
sempat ad sesi games member, dimana mereka tebak lagu. Cindy Gulla and Delima kalah. Mereka menerima hukuman dari member yakni masang muka jelek. *Kasian Cindy Gulla, masang muka jelek tapi malah tambah lolli.
lalu Mereka menampilkan single hits terbaru mereka saat ini, yakni
7. River. sempat mereka mengatakan perform berakhir. mereka menuju back stage. fans yang sedikit kecewa sempat meneriakkan encore "Rena- Chan" selama 3 menit. And, They're back with single-single seperti
8. Oogoe Diamond/ Teriakan Diamond,
9. Hikoukigumo
Setelah menyanyikan lagu Hikoukigoumo, Melody pun mempromosikan single terbaru mereka, yang akan dirilis tanggal 3 Juli 2013 di Jakarta, yang sekaligus menjadi kota terakhir konser mereka. Single terbaru mereka berjudul "Yuuhi mo Miteruika" atau dalam indonesianya "apakah kau melihat mentari senja"
dan terakhir mereka menyanikan lagu baru mereka, JKT Sanjou !
Berikut ini line up member yang datang kemarin
Oh ya, kemarin malam juga, mimin ikut Meet n Greetnya mereka loh. Tapi reviewnya mimin kasih besok ya.
Konser JKT48 di Surabaya
Kutunggu malam, menanti sosoknya.
Kunanti dia, ketika hampa menghampiri.
Kulihat bingkai keputusasaan menyongsongku,
Dalam kekosongan jiwa.
Hanya serpihan cinta berbekas
Yang bisa selamatkanku dari belitan hampa.
Kuingin dia menyaksikan kerapuhan jiwaku,
tatkala angin menahbiskan gundahku.
Kuminta ia hadir menemaniku
menyenandungkan serampai melodi rindu
Ah, tapi kurasakan sepi semakin merasukiku.
Aku tak tahan lagi. Ragaku melemah.
Memudar cinta yang sempat tertanam.
Tersiksa dalam pedih dan duka,
saat penantianmu tak berujung.
Saat kurasa cinta tak lagi menghampiri.
Kuhirup hening yang menyapa.
Sepi dan hampa menemani sendiriku dalam diam.
Kusandarkan ragaku pada rerumputan,
ketika rembulan menyongsong tetesan luka hati.
Menatap kosong langit,
mengisi waktuku,
sembari menunggu ia hadir kembali.
Hadir tuk menemaniku,
Mengisi cinta kembali,
Seperti sedia kala.
Kunanti dia, ketika hampa menghampiri.
Kulihat bingkai keputusasaan menyongsongku,
Dalam kekosongan jiwa.
Hanya serpihan cinta berbekas
Yang bisa selamatkanku dari belitan hampa.
Kuingin dia menyaksikan kerapuhan jiwaku,
tatkala angin menahbiskan gundahku.
Kuminta ia hadir menemaniku
menyenandungkan serampai melodi rindu
Ah, tapi kurasakan sepi semakin merasukiku.
Aku tak tahan lagi. Ragaku melemah.
Memudar cinta yang sempat tertanam.
Tersiksa dalam pedih dan duka,
saat penantianmu tak berujung.
Saat kurasa cinta tak lagi menghampiri.
Kuhirup hening yang menyapa.
Sepi dan hampa menemani sendiriku dalam diam.
Kusandarkan ragaku pada rerumputan,
ketika rembulan menyongsong tetesan luka hati.
Menatap kosong langit,
mengisi waktuku,
sembari menunggu ia hadir kembali.
Hadir tuk menemaniku,
Mengisi cinta kembali,
Seperti sedia kala.
Kuingin Cintamu Kembali
Segenggam memori
Bercampur manis dan pilu
Terekam semua, bercampur suka dan duka
Dikala waktu mengejarku
Saat takdir mencoba menghapusnya
Memori yang tersisa
Saat bersamamu dulu
Seakan kukais-kais
Terpecah-pecah mereka semua
Sebagian muncul, sisanya tenggelam
Aku membutuhkannya
Pecahan memori itu akan kusatukan
Aku harus melakukannya
Agar kubisa terus berdiri tegak
Menopang kehidupan yang tersisa
Agar kudapat menyongsong masa depan
Saat engkau tinggalkanku menuju surgawi
Ya, sebuah memori cinta
Yang dahulu sempat utuh
Saat engkau masih disisiku
Kini telah tercerai berai
Hampir saja menghilang tak berbekas
Namun kucoba meraihnya
Menyatukannya kembali
Memori Cinta
Ketika matahari tampak
kemerah-merahan,
Tatapanku seakan kosong.
Melamun dalam kesendirian,
Kemudian sepotong kenangan itu
kembali,
Kenangan lampau yang terasa
manis,
Sebelum kematian merenggut cinta
kita.
Dahulu, kita saling berpelukkan
mesra
Menggenggam tangan erat
Bersama menabur impian masa
depan
Mencecap bibir manisnya cinta
Kini, semua terasa dingin dan
hambar
Takdir memisahkan kita
Ya, sakitmu yang kau derita
Membuatmu harus meregang nyawa
Senyum terakhir yang tersungging
Saat matamu terpejam di
pembaringanmu
Hanya bisa melihat nisanmu
Terkubur jasadmu bersama memori
indah
Kuburanmu yang dihiasi
bunga-bunga kematian
Membuatku tepekur dalam diam.
Mengesap aroma kehidupan
Yang muncul dalam bayang senja







