Tampilkan postingan dengan label internasional. Tampilkan semua postingan
JAKARTA, KOMPAS.com — Tim sepak bola nasional Indonesia berencana melakoni pertandingan persahabatan melawan beberapa penggawa Spanyol di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/7/2012). Salah seorang pemain "La Furia Roja" yang dipastikan hadir dalam laga persahabatan tersebut adalah gelandang Barcelona, Cecs Fabregras.
"Ya, benar. Sejauh ini, kami baru dapatkan konfirmasi dari Fabregras. Mereka akan membawa timnya, tetapi memang tidak semua yang bermain di Ukraina hadir," kata penanggung jawab timnas, Benhard Limbong, saat dimintai konfirmasi Kompas.com di Jakarta, Selasa (3/7/2012) malam.
Limbong mengatakan, sejauh ini dirinya belum mendapatkan nama-nama pemain "La Furia Roja" yang akan ikut serta. Akan tetapi, dari informasi yang beredar, gelandang Xavi Hernandez dan Xabi Alonso juga akan ikut serta dalam laga tersebut.
"Besok akan kami umumkan kepastian dan siapa-siapa saja namanya. Yang jelas kami sudah dapatkan Fabregras. Untuk Xavi dan Alonso masih menunggu konfirmasi untuk melawan timnas nanti," kata Limbong.
Fabregras dan Alonso sebelumnya memang direncanakan akan menyambangi Jakarta. Fabregas didatangkan oleh produsen Biskuat dan akan mengadakan acara meet and greet di Britama Arena Sport Mall, Jakarta, Kamis siang. Adapun Alonso akan menjadi tamu dalam acara Indonesia Mengoper Bola yang diselenggarakan Kacang Dua Kelinci pada Minggu (8/7/2012). Kedua pemain tersebut merupakan tulang punggung Spanyol ketika meraih gelar Piala Eropa 2012 akhir pekan lalu.
Kamis,Timnas Hadapi Spanyol
Hari ini,ane mau bagikan info yang rasanya cukup penting. yakni tentang kiamat internet (Internet Doomsday) berikut ni ada beberapa berita mengenai topik ini.
"
Berbahaya sekali bukan kalau itu sampai terjadi. semoga aja tidak sampai terjadi. Berikut ane kasih sedikit tips tuk mengecek apa komputer+internet kita terjangkit virus tersebut or not.
Kunjungi link berikut untuk mendapat tips berikut,or bila tuk mengeceknya komputer kita terjangkit or not klik link berikut, jika warna hijau,berarti komputer+internet kita normal alias belum terjangkiti. sedang berwarna merah bila telah terjangkit.
Semoga bermanfaat
"
Di bulan April lalu, terdapat kabar bahwa internet dunia akan mati pada tanggal 9 Juli
mendatang. Hari ini adalah tanggal 30 Juni dan merupakan 9 hari
terakhir sebelum 'hari kiamat internet' terjadi. 9 hari dari sekarang,
semua komputer yang terinfeksi dan terhubung dengan internet tidak dapat
mengakses email, Facebook, Twitter, YouTube atau segala alamat di internet.
Menurut Msn.com, FBI menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas penonaktifan internet pada tanggal 9 Juli mendatang. FBI menyebut hari tersebut dengan sebutan Internet Doomsday atau hari kiamat internet. Mengapa FBI ingin mematikan internet pada tanggal 9 Juli? Hal tersebut dikarenakan laporan sebuah serangan trojan yang akan menyapu bersih semua jaringan internet dunia seperti tsunami.
Trojan yang bernama DNSCharger Trojan tersebut merupakan ciptaan dari cybercriminal dari Estonia. Trojan ini akan menginfeksi semua PC berbasis Windows dan Mac serta merusak router yang terhubung dengan internet. Sekarang ini menurut catatan Internetidentity.com, terdapat 4 juta komputer dan router yang terhubung dengan internet.
DNSCharger Trojan juga pernah melumpuhkan kurang lebih 500 ribu PC dan Mac di tahun 2007 silam. Oleh karenanya, FBI menyarankan agar pengguna internet untuk melakukan tiga langkah antisipasi sebelum tanggal 9 Juli mendatang.
Menurut Msn.com, FBI menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas penonaktifan internet pada tanggal 9 Juli mendatang. FBI menyebut hari tersebut dengan sebutan Internet Doomsday atau hari kiamat internet. Mengapa FBI ingin mematikan internet pada tanggal 9 Juli? Hal tersebut dikarenakan laporan sebuah serangan trojan yang akan menyapu bersih semua jaringan internet dunia seperti tsunami.
Trojan yang bernama DNSCharger Trojan tersebut merupakan ciptaan dari cybercriminal dari Estonia. Trojan ini akan menginfeksi semua PC berbasis Windows dan Mac serta merusak router yang terhubung dengan internet. Sekarang ini menurut catatan Internetidentity.com, terdapat 4 juta komputer dan router yang terhubung dengan internet.
DNSCharger Trojan juga pernah melumpuhkan kurang lebih 500 ribu PC dan Mac di tahun 2007 silam. Oleh karenanya, FBI menyarankan agar pengguna internet untuk melakukan tiga langkah antisipasi sebelum tanggal 9 Juli mendatang.
- Memeriksa semua pengaturan di dalam komputer
- Menggunakan atau mengaktifkan antivirus terbaik di dalam perangkat komputer
- Memeriksa sistem dalam komputer yang terhubung dengan internet "
Berbahaya sekali bukan kalau itu sampai terjadi. semoga aja tidak sampai terjadi. Berikut ane kasih sedikit tips tuk mengecek apa komputer+internet kita terjangkit virus tersebut or not.
Kunjungi link berikut untuk mendapat tips berikut,or bila tuk mengeceknya komputer kita terjangkit or not klik link berikut, jika warna hijau,berarti komputer+internet kita normal alias belum terjangkiti. sedang berwarna merah bila telah terjangkit.
Semoga bermanfaat
9 Hari Lagi Internet Doomsday,Mungkinkah???
KOMPAS.com — Para pemain Spanyol
langsung bersorak ketika tendangan penalti Bruno Alves membentur mistar
gawang Iker Casilas. Teriak kegembiraan itu makin tak tertahankan saat
tendangan penalti Cesc Fabregas mengenai tiang kanan dan melesak ke
dalam gawang Rui Patricio. Mimpi Spanyol meraih hattrick juara mendekati kenyataan.
Adu tendangan penalti kedua di Piala Eropa 2012 kembali digelar untuk menentukan pemenang antara Spanyol dan Portugal. Laga alot tanpa gol selama 120 menit memaksa kedua tim menguji keberuntungan.
Tendangan pertama Spanyol oleh Xabi Alonso dan Portugal oleh Joao Moutinho berhasil digagalkan oleh kiper lawan. Keadaan menjadi tegang ketika dua tendangan penalti kedua tim berhasil menjadi gol. Andres Iniesta dan Gerard Pique menjadi algojo Spanyol. Pepe dan Luis Nani menjadi algojo Portugal.
Namun, Spanyol menjadi di atas angin ketika tendangan Sergio Ramos berbuah gol dan tendangan Alves gagal. Fabregas akhirnya menjadi penentu kemenangan Spanyol dengan gol yang mengubah skor menjadi 4-2.
Dengan kemenangan ini, Spanyol maju ke final dan impian mereka untuk meraih tiga gelar juara turnamen utama, yaitu Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012, hampir menjadi kenyataan. Di final, tim "La Furia Roja" akan menantang pemenang antara Jerman dan Italia di semifinal kedua.
Bagi Portugal, kekalahan ini menambah panjang daftar kegagalan mereka merebut gelar juara Piala Eropa.
Berlangsung alot
Permainan Spanyol melawan Portugal berlangsung alot sejak babak pertama sampai perpanjangan waktu. Di babak pertama, permainan tiki-taka Spanyol sering terbentur tembok pertahanan Portugal yang berlapis. Setiap kali Spanyol menyerang, delapan sampai sembilan pemain Portugal turun ke belakang membentuk dua tembok guna menghentikan laju bola.
Siapa pun yang membawa bola selalu dikepung dua sampai tiga pemain bertahan sehingga serangan Spanyol kerap mentah sebelum masuk kotak penalti.
Peluang terbaik didapat oleh Alvaro Arbeloa pada menit kesembilan, setelah mendapat umpan dari Andres Iniesta. Meskipun dibayangi dua bek, Arbeola memiliki sudut tembak yang terbuka, tetapi tendangannya ke atas mistar.
Sebaliknya, Portugal memaksakan tempo permainan cepat melalui serangan dari sayap oleh Ronaldo dan Nani. Umpan silang Ronaldo kepada Nani pada menit ke-13 hampir berbuah gol, tetapi Casilas lebih dulu menangkap bola.
Di babak kedua, Portugal bermain lebih keras untuk menghalau serangan Spanyol. Empat kartu kuning dikeluarkan bagi bek dan gelandang Portugal.
Dari sisi Portugal, Hugo Almeida dan Ronaldo juga memiliki beberapa peluang melalui serangan balik dan tendangan bebas, tetapi semuanya masih di atas mistar gawang. Kedudukan imbang 0-0 membuat perpanjangan waktu diterapkan.
Peluang emas diciptakan oleh Jordi Alba pada menit ke-104 melalui tusukan ke kotak penalti dan umpan ke Iniesta. Namun, tendangan lemah Iniesta masih dapat ditepis kiper Rui Patricio. Pada menit ke-110, Jesus Navas sempat berhadapan dengan kiper, tetapi tendangannya dapat ditahan Patricio dan skor tetap 0-0 sampai menit ke-120. (ECA/KOMPAS e-paper/Kompas dakode)
Adu tendangan penalti kedua di Piala Eropa 2012 kembali digelar untuk menentukan pemenang antara Spanyol dan Portugal. Laga alot tanpa gol selama 120 menit memaksa kedua tim menguji keberuntungan.
Tendangan pertama Spanyol oleh Xabi Alonso dan Portugal oleh Joao Moutinho berhasil digagalkan oleh kiper lawan. Keadaan menjadi tegang ketika dua tendangan penalti kedua tim berhasil menjadi gol. Andres Iniesta dan Gerard Pique menjadi algojo Spanyol. Pepe dan Luis Nani menjadi algojo Portugal.
Namun, Spanyol menjadi di atas angin ketika tendangan Sergio Ramos berbuah gol dan tendangan Alves gagal. Fabregas akhirnya menjadi penentu kemenangan Spanyol dengan gol yang mengubah skor menjadi 4-2.
Dengan kemenangan ini, Spanyol maju ke final dan impian mereka untuk meraih tiga gelar juara turnamen utama, yaitu Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012, hampir menjadi kenyataan. Di final, tim "La Furia Roja" akan menantang pemenang antara Jerman dan Italia di semifinal kedua.
Bagi Portugal, kekalahan ini menambah panjang daftar kegagalan mereka merebut gelar juara Piala Eropa.
Berlangsung alot
Permainan Spanyol melawan Portugal berlangsung alot sejak babak pertama sampai perpanjangan waktu. Di babak pertama, permainan tiki-taka Spanyol sering terbentur tembok pertahanan Portugal yang berlapis. Setiap kali Spanyol menyerang, delapan sampai sembilan pemain Portugal turun ke belakang membentuk dua tembok guna menghentikan laju bola.
Siapa pun yang membawa bola selalu dikepung dua sampai tiga pemain bertahan sehingga serangan Spanyol kerap mentah sebelum masuk kotak penalti.
Peluang terbaik didapat oleh Alvaro Arbeloa pada menit kesembilan, setelah mendapat umpan dari Andres Iniesta. Meskipun dibayangi dua bek, Arbeola memiliki sudut tembak yang terbuka, tetapi tendangannya ke atas mistar.
Sebaliknya, Portugal memaksakan tempo permainan cepat melalui serangan dari sayap oleh Ronaldo dan Nani. Umpan silang Ronaldo kepada Nani pada menit ke-13 hampir berbuah gol, tetapi Casilas lebih dulu menangkap bola.
Di babak kedua, Portugal bermain lebih keras untuk menghalau serangan Spanyol. Empat kartu kuning dikeluarkan bagi bek dan gelandang Portugal.
Dari sisi Portugal, Hugo Almeida dan Ronaldo juga memiliki beberapa peluang melalui serangan balik dan tendangan bebas, tetapi semuanya masih di atas mistar gawang. Kedudukan imbang 0-0 membuat perpanjangan waktu diterapkan.
Peluang emas diciptakan oleh Jordi Alba pada menit ke-104 melalui tusukan ke kotak penalti dan umpan ke Iniesta. Namun, tendangan lemah Iniesta masih dapat ditepis kiper Rui Patricio. Pada menit ke-110, Jesus Navas sempat berhadapan dengan kiper, tetapi tendangannya dapat ditahan Patricio dan skor tetap 0-0 sampai menit ke-120. (ECA/KOMPAS e-paper/Kompas dakode)
