Oy oy oy sudah lama gak update postingan dimari. meski di dunia maya sang admin masih berkarya, namun di blog sudah jarang. meski begitu admin punya blog baru. Yakni Kuroi Tenshi Sub , blog khusus meng-reupload anime-anime lawas. masih baru kok, jangan khawatir. sekian dan terima kasih.

Tujuan munculnya Kuroi Tenshi Sub adalah untuk membantu fans anime yang sering banget menemukan link anime favoritnya yang mau didonload telah kadaluarsa alias mati. blog baru ini juga tak perlu ribet-ribet karena masalah adsense, ppc, dll. so, this is FREE!!! :v

Project ini masih iseng-iseng kalau gak ada kerjaan di kampus. sudah penat sama kuliah. Baru 2anime yang baru diupload, yakni :
1. Danshi Koukusei no Nichijou
2. 5 cm Per Second.

Rencana ada 5 anime lain yang mau di re-upload :
1. Deadman Wonderland
2. Danganroppa The Animation
3. Bungaku Shoujo (Movie)
4. Machine Doll wa Kizutsukanai
5. KissxSis (Tv series)

dan masih menunggu anime lainnya :3

Promote New Blog

Posted by : Unknown 6 Comments
Tag : , ,
Peperangan antara Athena melawan Kronos sudah berlangsung selama tiga hari. Kronos, yang dibantu Gaia, Minos, serta para Demigod dan Hobgoblin. Mereka sudah mengepung tiga kuil utama milik Athena, diantaranya Hephaestus, Poseidon, dan Zeus. Untuk membasmi mereka, kami para dua belas saint tangguh ditugaskan untuk mencegah mereka di kuil utama.
Aku, bersama saint Capricorn, Pisces, Aries, dan para prajurit ditugaskan untuk mencegah pasukan Kronos memasuki kuil Poseidon. Perlawanan sengit kami berikan, hingga titik darah penghabisan.
“Seraaaangggg!!”
Kronos dan Capricorn mengeraskan suara mereka, memberi komando kepada prajuritnya, untuk saling menghabisi. Adu pedang pun terjadi diantara para prajurit. Beribu panah dan tombak terlempar di udara, mencari mangsa. Meski kami kalah jumlah, namun semangat kami demi Athena takkan memudar.
Pygmachía págou!” aku pun mengepalkan tinju ke arah beberapa demigod yang mencoba mengepungku. Dari tinjuku, keluarlah tenaga astral, yang kemudian membekukan mereka. Tak lama kemudian, mereka pun hancur berkeping-keping. Dua demigod yang tersisa, kutendang mereka tepat di kepala. Membuat mereka terkapar seketika. Setelah pertarungan pertama usai, kulihat Pisces bertarung sengit dengan para Hobgoblin. Ia terlihat kewalahan.
“Neró Thánatos!”  tenaga astral yang ia keluarkan berubah menjadi air bah, menghanyutkan semua Hobgoblin. Di saat yang bersamaan, tanpa ia sadari seorang demigod mencoba menusuknya dengan belati. Aku segera berlari, dan memukul sang demigod.
“Terima kasih telah menolongku, Aquarius. Tapi, engkau tahu sendiri kalau belati biasa takkan bisa membunuhku. “ sindirnya.
“Tak usah sungkan, Pisces. Aku tahu engkau pasti membutuhkanku. “ balasku, dengan nada sedikit mengejeknya.
Tak lama, beberapa prajurit Athena pun datang mengelilingi kami, mencoba melindungi dari serangan musuh.
“Apa kau tak apa, tuan saint Aquarius dan saint Pisces? Kami mengkhawatirkan kalian.“ ujar Andromeda, salah satu ajudanku. Ajudan yang menurutku luar biasa cantik, dengan wajah dan mata bulat, serta berkulit putih mulus.
 “Kami berdua tak terluka sedikitpun, Andromeda.” Ujarku, sembari mengelus rambut dan mengusap pipinya.
“Lebih baik kita menyusul Capricorn dan Aries. Mereka pasti sudah berusaha ke tempat Kronos berada.” Balas Pisces, yang mengusik keberadaanku dan Andromeda. Aku pun segera beranjak dari tempatku berdiri, lalu berlari menuju tempat Capricorn dan Aries. Pisces, Andromeda, dan lainnya mengikutiku.
Kami terus berlari, menerobos pepohonan, menghindari ribuan panah yang datang silih berganti. Para demigod dan hobgoblin yang mencoba menghalangi, kami hancurkan.
bála neró!” Pisces mengeluarkan tenaga astral dari mulutnya, menghasilkan bola-bola air yang mementalkan demigod.
Ánemos kófti̱ Psychí̱!” kukeluarkan tenaga astral, hingga berubah menjadi angin badai. Badai tersebut sangat cepat, hingga beberapa tubuh hobgoblin terbelah menjadi banyak bagian kecil.
Pada akhirnya, kami sampai di padang rumput yang luas. Hujan tak menghalangi langkah. Kami seakan menangis tatkala melihat para prajurit Athena banyak yang terluka dan tewas. Yang tersisa tinggallah Capricorn dan Aries yang masih bisa berdiri tegak, melawan Kronos yang kini berubah menjadi raksasa setinggi tiga meter. Terlihat olehku, beberapa prajurit yang terluka parah seperti Perseus, Penelope, Orion, Jason, dan Hektor, yang dahulu juga adalah teman seangkatan saat masih di akademi. Mereka berlima ditambah Januar, yang kini berhadapan dengan Kronos, adalah sahabatku. Hanya aku dan Januar yang terpilih menjadi dua belas saint Athena. Aku mendapat gelar saint Aquarius, sedangkan ia mendapatkan Capricorn.
“Januar, bagaimana kondisi saat ini?” tanyaku kepadanya. Guratan lelah dan butir keringat terlihat dari wajahnya. Armor yang ia kenakan pun banyak terkoyak dan penyok sana-sini. Senasib dengan Aries, yang kini terduduk lemas, ditemani oleh Andromeda dan Pisces.
“Buruk sekali. Ia terlalu kuat. Aku tak yakin kita berempat bisa mengalahkannya, Februarius.”
“Tapi mengapa ia bisa menjadi raksasa?” aku pun masih terheran-heran dengan kehebatan seorang Kronos, yang saat ini sedang meraung-raung, mencoba merangsek maju menuju kuil. Pertanyaanku tak digubris olehnya. Ia hanya bisa bergeming. Menatap matanya seolah ia telah mengalami kekalahan pahit. Lautan putus asa dan ketakutan menghampiri dia.
“Januar, aku yakin kita bisa mengalahkannya. Athena pasti akan membantu kita.” Aku mencoba memberinya semangat. Namun, semangatnya telah hancur. Sama seperti para prajurit yang terluka itu.
“Pisces, sembuhkan Aries dengan tenaga pemulihanmu. Andromeda dan para prajurit yang masih bisa berdiri, lindungi mereka yang terluka dari para demigod dan Hobgoblin yang menyerang tiba-tiba.” Aku segera mengambil alih komando pasukan. Mereka pun sigap, mematuhiku.
““Pygmachía págou!kuarahkan tenaga astralku yang berupa es, mencoba membekukan kaki kiri Kronos. Cara tersebut tak berhasil. Es terlalu cepat mencair.
“Bagaimana bisa?” aku kaget ketika jurusku tak berhasil. Kronos itu melihatku, lalu melancarkan jurusnya, berupa bola hitam, yang bisa meledak saat tersentuh. Aku berhasil menghindarinya, membuat bola tersebut menyentuh tanah. Tapi angin ledakan tersebut mengenai Januar, membuat ia terpental.
“Sial! Mengapa Januar tak menghindar?” aku pun bergegas, lalu menggendong Januar, yang terlihat lesu, dan memindahkannya ke tempat yang cukup jauh dari jangkauan sang raksasa.
“Januar, ini seperti bukan dirimu yang sebenarnya.”
“Maafkan aku, Februarius. Tenaga astralku tersisa sedikit.” Aku yang gemas melihat tingkahnya, segera menampar wajah Januar.
“Januar!! Kemana kepercayaan dirimu dan semangat pantang menyerah yang sangat tangguh itu? Apa kau tak ingat saat engkau bisa mengalahkan saint Leo, yang terpaksa harus menelan ludahnya sendiri akibat kesombongannya sendiri, yang mengaku terkuat diantara kita, para saint? Ataukah saat kita bisa menaklukkan Hades dan para pengikutnya ketika mereka mencoba menyerang kuil milik Apollo, saudara Athena? Dua kejadian itu sangat mirip dengan saat ini, dimana tenaga astral yang kita miliki tinggal sedikit. Tapi, semangatmu terus berkobar. Bahkan, para prajurit selalu membela dan mengikutimu, seperti engkau seorang pemimpin mereka, melebihi Athena!”
“Februarius, maafkan aku karena selama ini membohongimu. Semangat yang terus kuletupkan itu hanyalah sebagai penutup rasa takutku akan kematian. Leo dan Hades sama seperti kita, para manusia yang bisa mati. Tapi Kronos? Ia hidup abadi! Kuserang ia berkali-kali, ia malah semakin menjadi-jadi. Bahkan kini ia berwujud raksasa! Bagaimana kita akan mengalahkannya?!” ocehannya hanya menambahkan rasa maluku, tatkala aku terus mengagumi dia sebagai teman dan sahabat. Sementara Kronos sendiri mengamuk. Tak peduli Demigod, Hobgoblin, ataupun prajurit Athena, ia injak dan hancurkan. Terlihat Aries yang mulai pulih, dibantu Pisces, mencoba menahannya, sembari menyelamatkan Andromeda dan para prajurit yang tersisa.
“Dengarkan aku, Januar. Apa kau tahu Tombak Sanctuary?”
“Tombak Sanctuary? Bukankah itu hanya legenda?”
“Tidak. Athena memang memilikinya. Tombak itu pernah digunakan untuk menaklukkan Titan, saudara Kronos. Aku telah diberitahu oleh Athena bahwa tombak tersebut bisa membunuh Kronos, dengan menusuknya tepat di jantungnya.”
“Tapi, tak mungkin Athena akan kesini dengan membawa tombak tersebut, Februarius.”
Dengan astralku yang tersisa, kukeluarkan tombak tersebut. Tombak yang indah dan besar, seukuran dengan tongkat Zeus dan Poseidon.
“Athena menitipkannya kepadaku, Januar.”
Tombak bermatakan berlian dan bergagangkan perak, yang telah dialiri darah Titan dan doa oleh Athena. Januar terpukau dengan tombak tersebut. Tombak itu pula yang membuat harapannya kembali. harapan untuk menaklukkan Kronos.
“Aku akan menjadi pengalih perhatian. Februarius, kau fokus ke jantung Kronos.”
“Yah, itu baru sahabatku.”
Kami berdua lalu melancarkan serangan. Januar berlari menuju Kronos.
chília bullet trén!” tenaga astral milik Capricorn pun bergejolak, mengeluarkan ribuan bunga api sebesar meteor. Api-api tersebut mengganggu Kronos, yang memakai lengannya untuk menghalau serangan. Disaat yang bersamaan, kupijakkan langkahku ke lutut kanan Kronos, lalu berpindah ke perutnya, sebelum aku berhasil berada di dada sang raksasa. Saat Kronos membuka lengannya, ia terlambat menyadari bahwa aku telah menancapkan tombak tersebut.
“Hooaarrrggggh!!!” raungan sang raksasa menyeruak ketika mata tombak mulai menembus kulitnya. Sekuat tenaga kumasukkan ke dalam raga Kronos. Hingga dapat menusuk tepat di jantungnya. Tatkala daging didalam telah robek, mematahkan tulang rusuknya, dan menancap di jantung, serangan terakhir sang raksasa ia lancarkan secara cepat. Dari mulutnya keluar sinar berwarna merah kehitaman. Terlihat sinar tersebut sangat panas, melebihi cuaca di sekitar gunung berapi saat meletus. Sinar tersebut mengarah ke Pisces dan rombongan.
“Pisces!!! Aries!!! Cepat lari!!” teriakku. Tapi sinar itu dapat mengejar langkah mereka.
“Tidaaaakkk!!!”
Disaat yang bersamaan, aku dan Kronos pun roboh. Sekejap mata kulihat sinar kemerahan itu beradukan dengan nyala api yang membara kuat. Sinar tersebut akhirnya lenyap, bersamaan dengan api tersebut.
“Api itu …. Jangan-jangan ….”
Dengan sisa tenaga yang kupunya, Aku segera bangkit untuk menghampiri Pisces dan rombongan. Kulihat Pisces berusaha memulihkan pengendali api itu. Sedangkan Aries, Andromeda, dan prajurit yang tersisa hanya bisa bersedih. Di saat itu pula, kulihat Armor kuning keemasan berbentuk layaknya wujud Capricorn yang sebenarnya, setengah kambing bertanduk dengan berekor layaknya ikan.
“Januar, mengapa engkau mengorbankan nyawamu sendiri?” aku merasa kecewa tak bisa menyelamatkan salah seorang sahabatku. Aku tak mau lagi kehilangan teman dan sahabat.
“Februarius, tak usah kau bersedih. Ini memang kemauanku. Kau berhasil sobat.” Kata-katanya seolah membuatku hancur. Air mata pun meleleh dari pelupuk mata.
“Februarius, mungkin ini saatnya aku akan gugur sebagai seorang pahlawan. Pisces, tolong hentikan pemulihanmu.”
“Tidak! Kamu harus kuat!”
Sayang, Pisces menghentikan pemulihannya. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya, tak bisa menahan kesedihannya lagi.
“Februarius, ada satu pesan yang ingin kusampaikan kepadamu.”
“Sampaikanlah, Januar.”
“Aku akan menitipkan saudariku, Eirene, untuk menjadi istrimu. Ia sangat mencintaimu, melebih cintanya kepada seorang kakak sepertiku. Aku kakak yang payah.”
“Tidak, Januar. Kamu saint terhebat yang dimiliki Athena.” Itulah kata-kata yang bisa kusampaikan kepadanya, beberapa saat sebelum ajal menjemputnya. Ia pun tersenyum sembari memejamkan mata untuk selamanya. Hujan pun berhenti, disertai kemunculan pelangi yang mengiringi kematiannya.
Setelah Kronos dan pengikutnya dimusnahkan, Athena pun mengadakan prosesi penghormatan dan pemakaman terhadap seluruh prajurit yang tewas.
“Kunyatakan rasa dukaku terhadap salah seorang saint pemberani, Januar, yang dianugerahi kekuatan Capricorn. Dan untuk memperingatinya, hari ini kutetapkan sebagai hari Pelangi Januari.” Ujar Athena. 

Legenda Pelangi Januari

Posted by : Unknown 8 Comments
Tag : ,
Kutatap hening yang menyapa,
Saat terlihat senja memerahkan langit.
Terduduk dalam sepi,
Meski angin mencoba menyentuh raga ini.

Berteduh dibawah pepohonan yang rindang,
Meresapi kenangan yang sempat terukir diantara kita.
Terasa membekas, takkan pernah terlupa.
Meski kini engkau meninggalkanku,
Dari dunia yang sempat menghidupi.

Diam seribu bahasa,
Menyaksikan detik-detik terakhir hidupmu.
Tragis memang, hingga berurai air mataku.
Namun, ini hanyalah seberkas takdir,
Yang membiaskan harapan.

Cinta, satu kata pengikat hati.
Takkan terpisah, kekal abadi.
Kelak aku akan menyusulmu,
Melanjutkan cumbu dan peluk yang dulu hadir.
Mengembangkan lagi candu asmara,
Menumbuhkan hasrat yang membara,
Sembari berpagutan lidah, menikmatinya disana.
Di surga yang membahagiakanmu

Aku Akan Menyusulmu

Posted by : Unknown 4 Comments
Tag : ,
Kemanakah cinta berlabuh,
Tatkala badai dihunjamkan.
Jangkar tak lagi bisa diturunkan,
Memantikkan ombak yang ganas,
Menghantam lambung kapal yang telah lapuk, menua,
Catnya telah usang, kelabu.

Aku hanya bisa menatap kosong,
Menahkodainya sendiri, hampa.
Tak terganggu oleh mereka,

Namun bisa kurasakan,
Pepesan kosong langit, yang menakdirkanku
Untuk tak lagi bersamanya.

Setengah karam, tapi kuberusaha bertahan.
Terpaan topan pun terasa bagaikan luka gores.
Ya, hanya satu yang membuatku terjatuh,
Dan tak bisa bangkit lagi.

Ya, itu ketika engkau menolakku,
Berpaling dengan arjuna lain.
Aku hanya bisa tersenyum.
Senyum getir yang menyakitkan,
Sangat perih, bahkan melebihi hujan es,
Yang mencoba mematikanku.

Aku akan terus disini,
Takkan kubah kemudi,
Arah yang kutuju hanya satu,
Tetap berusaha mencintaimu

#Poetry

Kapal Cinta Yang Usang

Posted by : Unknown 6 Comments
Tag : ,
Langit senja yang indah,
Terpancarkan merahnya di udara.
Bersama dirimu, menyaksikannya bagai beribu warna.
Hening menyepi, menjadi ramai karena senyummu.

Serbuan angin seolah mendinginkan batin.
Saat ia merasakan panasnya asmara,
Terasa menyelinap hingga ubun-ubun.

Sakit memang jika tertahan,
Rasa yang terpendam
Namun terluap bahagia jika terungkap

Gelora cinta kita menghapuskan rasa rindu,
Resah tiada menghampiri sudah.
Bersamamu, selalu merasa damai diriku.
Sunyi kelabu telah tamat, berganti pelangi

Pancaran matamu, pipi putihmu yang merona
Rambut panjangmu yang berkibar, memecah angin
Melihatmu saja membuat bersemangat,
Bagaikan lentera yang menyinari.

Tiada kata hampa
yang menghinggapi,
Jikalau engkau selalu menyertaiku.
Potongan hati yang kini terlengkapi,
Saat jiwamu menyatu denganku.

Engkau hidupkan harapan yang sempat meredup,
Peluk hangatmu menenangkanku dari kalut.
Hanyalah dirimu yang ada di hatiku,
Selalu .......

Hanya Dirimu

Posted by : Unknown 8 Comments
Tag : ,
Terasa hangat,
Saat peluk merayapi raga.
Angin berderai lembut, mengumbar sejuk.
Kulihat engkau senang, meniup mahkota bunga,
Yang kemudian berterbangan,
Merapalkan wujudnya bias.

Berjalan bersama, menyusuri rerumputan.
Tersenyum bersama, bahagia mendiami batin.
Terduduk dibawah rindangnya pepohonan,
Meneduhkan mesra yang membara,
Kala dahaga rindu terpuaskan.

Ciuman yang terumbar, terasa nyaman,
Berpagutan lidah, cumbu yang indah.
Kuresapi hangatnya dia, memberiku nikmat hidup,
Yang tiada terkira selama kuhirup udara.

Riang benar batin ini saat bergejolak,
Hingga tiada terasa matahari bergerak,
Menuju ufuk barat, menampakkan merahnya.
Kita hanya bisa menatapinya.

Sembari kepalamu kau sandarkan ke bahuku,
Manjanya dikau, memegang erat lenganku,
Tersenyum, hingga bibirmu seakan mengangkat pipimu,
Membentuk lesung manis, menambah guratan keindahan

Ya, musim semi kita,
Takkan terasa hampa, selalu ada pelangi.
Berwarna, meski hening menyaksikan kami,
Yang sedang terbalutkan cinta.

Musim Semi Kita

Posted by : Unknown 7 Comments
Tag : ,
Hening pagi menyambutku,
Tatkala kusaksikan hampa menemaniku,
Mengawali hari kelabuku di kota ini.

Tanpamu, kelam mulai menyelimuti.
Engkau tinggalkanku dalam perih menusuk jiwa,
Menyisakanku getir dan khianat,
Yang bersatu padu mengoyak bahagiaku.

Tak sadarkah dikau,
Dengan kepalsuan yang terucap dari bibirmu
Ketika kau mengatakan sumpah setia dahulu?
Tak ingatkah engkau membuaiku
Dengan kasih sayang yang sempat terlintas di lidahmu?

Kini, engkau hanya memberiku harapan kosong
Semuanya palsu! 
Semu tiada guna!
Terasa sakit hati ini, tak tersembuhkan.
Hanya memberiku kecewa tak berujung.

Terpuruklah aku dalam putus asa,
Mesra yang kau umbar hanyalah topeng.
Terpedaya diriku dengan senyummu
Terlalu percaya terhadap janji manismu.
Hingga tak kusadari engkau menggores jiwaku
Dengan kelaknatan yang terencana.

Ingin kubangkit lagi dari rasa sakit ini,
Tapi aku tak lagi bisa.
Sayapku telah patah, hancur dimakan usia.
Rapuh raga dan jiwa, bersama harapan yang hampir sirna
Tertelan perlahan dalam lubang luka yang menganga.

Termenung, terpekur dalam diam.
Hari ini kuhanya bisa terduduk lesu.
Tak bergairah menyambut fajar.
Rasa pahit nan getir merasuki hati,
Layaknya secangkir kopi yang kuteguk


Terasa Sakit Hati Ini

Posted by : Unknown 14 Comments
Tag : ,
Lembayung senja terasa senyap,
Hening mendendangkan iramanya.
Hambar hati beribu terkecap.

Galau semakin memenuhi hasrat ini,
Membuatku tak lagi bergairah,
Ketika cinta hilang tiada kembali.

Kelabu merambah qalbuku.
Batin hancur berkeping
Tatkala engkau tinggalkanku
Dalam khianat yang membisu.

Sepi kini menjadi temanku,
Rindu tiada jemu menghampiri.
Meski telah tersakiti berulang kali,
Namun entah mengapa aku memaafkanmu,

Aku tak bisa berpaling darimu,
Kata cinta telah melekat kuat,
Hingga seakan bagaikan akar 
Yang merambati raga.

"Adinda, mengapa takdir cinta engkau lepaskan?"
"Apakah harta membuatmu buta akan kehadiranku?"
Pertanyaan itu seolah terngiang-ngiang,
Menghantuiku.

Sumpah cinta yang dulu kita ucap, 
Kini hanya tinggal pepesan kosong
Aku hanya bisa diam seribu bahasa,
Menatap kosong sembari mencoba
Tuk mencicipi tenangnya angin yang berderai lembut
Mencoba mendinginkan emosi yang tertahan.

Patah Hati

Posted by : Unknown 14 Comments
Tag : ,
Teduhkan jiwa diantara malam,
Menghirup beribu aroma nafas kehidupan,
Memejamkan mata sejenak,
Memainkan kenangan dalam benak.

Bersenandung sepi,
Beriramakan sunyi dan hening,
Bertiup derai angin
Yang menghembuskan hampa

Redupnya cahaya bintang
Menemani hariku
Duduk termenung, 
Menyendiri, disamping nisanmu

Meresapkan kebahagiaan dalam batin
Membuaikan cinta di dada
Saat masa lalu bergejolak

Masih teringat, lambaian tanganmu
Bersama senyummu yang terkembang,
Rambut panjangmu seakan terbang
Menyapa hari-hariku dulu

Kau setia menemaniku,
Kita selalu bersama,
Mengecap rasa vanili pada es krim yang kau suka,
Berjalan-jalan menikmati senja
Sembari engkau membawa boneka panda kesukaanmu
Ataupun membawamu setangkai bunga Lavender, favoritmu

Kini, tiada lagi engkau
Sudah habis dirimu termakan takdir,
Ya, ia yang memendekkan usiamu,
Hingga kau harus berada disini,
Merengkuk dalam dinginnya tanah.

Aku hanya bisa meratapimu,
Menahan rasa amarah,
Akibat kutak bisa mengubah takdirmu.

Kini, kuberdiam diri
Menunggu malam berganti pagi,
Melewatkan waktu yang kelam
Menemani jasadmu yang terkubur
Bersama Lavender dan boneka panda
Yang setia menemanimu dahulu

Aku Disini Menemanimu

Posted by : Unknown 17 Comments
Tag : ,
Rasa ini sungguh membuncah dada,
Membuat hati penuh warna,
Membara hangat pelukan
Berdebar jantung ini 
Saat bersamamu.

Melihat langit sudah menjadi rutinitas,
Ketika bahagia, terpancar rona pelangi
Saat sedih, terbiaskan air mata langit
Yang membasahi raga.
Waktu malam, rembulan kita tatap,
Sembari bergandengan tangan,
berpeluk dan bercium mesra.

Tak pernah kumerasa sepi,
Saat bersamamu.
Rindu selalu terhapuskan
Oleh kehadiranmu.
Hari-hari berlangsung hidup
Mulai matahari terbit hingga senja menyambut

Engkau slalu membahagiakanku
Mengajakku menelusuri ribuan warna dalam hidupmu
Engkau jua yang meramaikanku
Hingga dapat kuusir hampa dan kesendirian.

Ah, kutak bisa hidup tanpamu
Aku ingin selalu berada disampingmu
Ingin jalan bersamamu sepanjang waktu
Menapaki jalan takdir yang terbentang

Denganmu, kuingin terus menelusurinya
Jalan yang tak berujung itu
Hingga suatu saat kematian menebus kita berdua
Dan kelak membawa jiwa yang telah bersatu ini
Menuju surga Firdaus

Kujalani Hidup Bersamamu

Posted by : Unknown 9 Comments
Tag : ,
Malam semakin larut,
Hening menyapaku sedari tadi.
Aku hanya bisa menatap kosong langit,
Yang dipenuhi ribuan bintang redup.

Termenung cukup lama diriku,
Hingga sempat terjatuh dalam lamunan
Yang penuh akan kenangan manis
Yang takkan tertelan zaman.

Tak bisa terlupakan wajah manismu.
Senyummu selalu terkembang di setiap waktu
Engkau selalu membuatku bahagia,
Menyembuhkan luka hatiku yang terkadang muncul,
Ataupun menguraikan duka yang timbul.

Rambut pendekmu yang berponi,
Membuatku terbuai dalam cinta.
Pelukmu buatku terjatuh dalam candu asmara.
Mata beningmu, tak tampak dosa.
Seakan tatapanmu bisa meluluhkanku.

Kebersamaan yang dirajut dalam tali kasih,
Seolah memperkuat batin kita
Tuk menjalin cinta.

Ah, tapi itu hanya kenangan lampau.
Memori indah yang tertanam kuat dalam benakku.
Meski kini engkau tak lagi disampingku
Tapi aku tetap menunggumu
Dalam kesendirian dan kesunyian
Menanti hingga engkau kembali,
Meski akhir dunia datang lebih awal




Menantimu

Posted by : Unknown 8 Comments
Tag : ,
Kulihat langit malam
Rembulan yang seolah bersedih
Meski ditemani ribuan bintang
Kurasakan angin berdesir pelan
Mencoba menerbangkan rambut hitamku

Kenangan itu,
Kembali merasuki raga
Mengalir mengikuti arus darahku
Yang bergejolak 
Saat mengingatnya

Kenangan itu,
Tak bisa menahanku
Seluruh emosi bercampur aduk
Saat engkau kembali dalam benakku
Ketika engkau memelukku
Ketika dikau mencium mesra bibirku

Masih teringat senyummu
Saat kuberikan setangkai mawar
Dan sebongkah coklat kesukaanmu
Di kala malam bersinarkan cinta kita

Masih kurasakan hangat pelukanmu
Saat kau dekap aku
Berdiri bersama di jembatan
Yang menyeberangi sungai

Kenangan itu,
Takkan memudar
Meski kucoba menghapusnya
Takkan terkekang waktu
Meski kucoba mengurungnya

Kenangan itu,
Membuatku tersiksa
Menyakitkan saat teringat semuanya
Air mata selalu terjatuh
Di kala sepi berdentang
Saat kurasakan ruhmu memelukku,

Meski kutahu dirimu telah pergi
Meninggalkanku selamanya
Menuju surga yang indah
Namun, kisah cinta kita kan terukir abadi
Hingga aku pun bisa menyusulmu

Kini, kutinggalkan mawar merah
Yang sempat menghiasi kenangan kita
Pada batu nisan yang terukir namamu
Aku terdiam, terhanyut dalam cinta lampau


Kenangan yang Terukir Abadi

Posted by : Unknown 13 Comments
Tag : ,
Sorry ye, akhir-akhir ini mimin sibuk. *lebih tepatnya kehabisan kuota. hari ini mimin aka posting singkat tentang konser JKT48 yang digelar di ITC, tepatnya di SIBEC Convention centre and Hall. Ya, konser itu digelar tanggal 30 Juni 2013. Konser yang diberi nama "Perkenalkan Nama Kami JKT48" dimulai dari pukul 17.00 WIB. Antriannya sudah mengular sejak pukul 15.00 loh pas sang admin baru datang. 
Opening dimulai oleh cosplayer CSR0048, lalu dilanjutkan MC yg mengajak satu fans wotagei dance. *sempat malu-malu kucing loh fansnya menari wota*
Dilanjutkan JKT48 menyanyikan lagu-lagu 
1. Heavy Rotation (yang menjadi lagu perjuangan pertama mereka dahulu)
2. Aitakatta/ Ingin Bertemu
3. Gomen ne summer/ Maafkan Summer (lagu favorit mimin)
lalu rehat dg penyambutan dari Melody cs kepada fans. Mereka semua ternyata sudah pintar berbahasa Jawa. Seperti Rena yang bisa mengucapkan "Matur nuwun", Ghaida dan Sendy dengan "Piye Kabare". Kemudian Nabilah yang membiacarakan bakso malang yang katanya dari Surabaya *eh buset jauh amat, delima yang telah mencoba rawon, setan, dll.
Setelahnya mereka menyanyikan lagu-lagu
4. Ponytail to Shushu
5. Kimi no koto ga suki dakara (Karena Kusuka Dirimu)
dan 6. Baby baby baby,
sempat ad sesi games member, dimana mereka tebak lagu. Cindy Gulla and Delima kalah. Mereka menerima hukuman dari member yakni masang muka jelek. *Kasian Cindy Gulla, masang muka jelek tapi malah tambah lolli.
lalu Mereka menampilkan single hits terbaru mereka saat ini, yakni
7. River. sempat mereka mengatakan perform berakhir. mereka menuju back stage. fans yang sedikit kecewa sempat meneriakkan encore "Rena- Chan" selama 3 menit. And, They're back with single-single seperti
8. Oogoe Diamond/ Teriakan Diamond,
9. Hikoukigumo 
Setelah menyanyikan lagu Hikoukigoumo, Melody pun mempromosikan single terbaru mereka, yang akan dirilis tanggal 3 Juli 2013 di Jakarta, yang sekaligus menjadi kota terakhir konser mereka. Single terbaru mereka berjudul "Yuuhi mo Miteruika" atau dalam indonesianya "apakah kau melihat mentari senja"
dan terakhir mereka menyanikan lagu baru mereka, JKT Sanjou !

Berikut ini line up member yang datang kemarin
Delima , Rena , Sendy , Jeje , Dhike , Gaby
Oh ya, kemarin malam juga, mimin ikut Meet n Greetnya mereka loh. Tapi reviewnya mimin kasih besok ya.
mimin kasih fotonya mereka ya 

Konser JKT48 di Surabaya

Posted by : Unknown 8 Comments
Tag : , , ,
Kutunggu malam, menanti sosoknya. 
Kunanti dia, ketika hampa menghampiri. 
Kulihat bingkai keputusasaan menyongsongku, 
Dalam kekosongan jiwa. 
Hanya serpihan cinta berbekas 
Yang bisa selamatkanku dari belitan hampa.

Kuingin dia menyaksikan kerapuhan jiwaku, 
tatkala angin menahbiskan gundahku. 
Kuminta ia hadir menemaniku
menyenandungkan serampai melodi rindu

Ah, tapi kurasakan sepi semakin merasukiku. 
Aku tak tahan lagi. Ragaku melemah. 
Memudar cinta yang sempat tertanam. 
Tersiksa dalam pedih dan duka, 
saat penantianmu tak berujung.

Saat kurasa cinta tak lagi menghampiri.
Kuhirup hening yang menyapa. 
Sepi dan hampa menemani sendiriku dalam diam. 
Kusandarkan ragaku pada rerumputan, 
ketika rembulan menyongsong tetesan luka hati. 
Menatap kosong langit, 
mengisi waktuku, 
sembari menunggu ia hadir kembali.
Hadir tuk menemaniku,
Mengisi cinta kembali,
Seperti sedia kala.

Kuingin Cintamu Kembali

Posted by : Unknown 3 Comments
Tag : ,
Segenggam memori
Yang masih tertinggal
Bercampur manis dan pilu
Terekam semua, bercampur suka dan duka
Dikala waktu mengejarku
Saat takdir mencoba menghapusnya

Memori yang tersisa
Saat bersamamu dulu
Seakan kukais-kais
Terpecah-pecah mereka semua
Sebagian muncul, sisanya tenggelam

Aku membutuhkannya
Pecahan memori itu akan kusatukan
Aku harus melakukannya
Agar kubisa terus berdiri tegak
Menopang kehidupan yang tersisa
Agar kudapat menyongsong masa depan
Saat engkau tinggalkanku menuju surgawi

Ya, sebuah memori cinta
Yang dahulu sempat utuh
Saat engkau masih disisiku
Kini telah tercerai berai
Hampir saja menghilang tak berbekas
Namun kucoba meraihnya
Menyatukannya kembali


Memori Cinta

Posted by : Unknown 9 Comments
Tag : ,
Ketika matahari tampak kemerah-merahan,
Tatapanku seakan kosong.
Melamun dalam kesendirian,
Kemudian sepotong kenangan itu kembali,
Kenangan lampau yang terasa manis,
Sebelum kematian merenggut cinta kita.

Dahulu, kita saling berpelukkan mesra
Menggenggam tangan erat
Bersama menabur impian masa depan
Mencecap bibir manisnya cinta

Kini, semua terasa dingin dan hambar
Takdir memisahkan kita
Ya, sakitmu yang kau derita
Membuatmu harus meregang nyawa
Senyum terakhir yang tersungging
Saat matamu terpejam di pembaringanmu

Hanya bisa melihat nisanmu
Terkubur jasadmu bersama memori indah
Kuburanmu yang dihiasi bunga-bunga kematian
Membuatku tepekur dalam diam.
Mengesap aroma kehidupan
Yang muncul dalam bayang senja

Tertinggal Kenangan Kita

Posted by : Unknown 13 Comments
Tag : ,
Pertarungan di kastil Oxford terus berlanjut. Pertempuran antara pasukan raja Iblis Satan melawan kekuatan prajurit Cambridge, dimana aku yang memimpin, serta pasukan setengah malaikat yang dipimpin Stella. Lautan darah terus membanjiri tanah yang kami pijaki, dimana sang rembulan menyaksikan peperangan ini.
Pertempuran kini berlanjut didalam kastil. Erangan para prajurit yang kehilangan nyawa terdengar di berbagai penjuru. Mereka tertebas, luka menganga dan darah mengucur akibat serangan Satan. Tapi aku tak seperti mereka, meski Satan langsung mencoba menikamku dengan kecepatan serangannya. Aku selalu berhasil menangkis serangan pedangnya. 
“Benar-benar kekuatan mengerikan” pikirku melihat aksi Satan menebas dan membunuh prajuritku. Archiel, sang pengawal, dan Lucifer, Jendral pasukan Iblis pun juga sukses menumpas seluruh pasukan Stella. Kini tinggallah Aku, Seraph (kakakku), Stella, Sonia (adik Stella), dua pengawalku dan dua pengawal Stella yang harus menghadapi kekuatan mengerikan Satan, Archiel, dan Lucifer.
“Hei kau manusia bedebah, berani sekali kau memasuki kastilku yang megah dengan kaki busukmu !” Ujar Lucifer.
“Kekuatan manusia dan setengah malaikat bergabung. Benar-benar menarik hingga hanya menyisakan kita bertiga.Kata sang raja Iblis, Satan.
“Vicio, biarlah aku, adikku, dan pengawalku yang akan menghadapi Satan dan pasukannya. Kau lebih baik tak usah ikut dalam pertempuran ini.”
“Apa maksudmu, Stella? “
”Aku tak ingin kau terluka ataupun tewas. Kekuatan mereka bertiga sangatlah kuat.”
“Aku rela mati, asalkan mereka bisa kumatikan dengan tanganku sendiri.”
“Tapi aku tak rela kamu mati, Vicio. Aku sangat mencintaimu.”  Ujar Stella. Lalu ia menggenggam tanganku, dan kemudian mencium bibirku.
“Sudah selesaikah kalian berdebat, dan kemudian bermesraan? Aku bosan dengan kalian. Bos, Bagaimana kalau kita serang duluan?” Tanya Archiel.
“Okelah kalau begitu.” Lalu mereka bertiga melangkahkan serangannya dengan cepat.
“Kalian semua ! siapkan kuda-kuda pertahanan kalian. Aku dan Stella akan menyerang Satan, Sonia dan Seraph seranglah Lucifer. Sedang sisanya bunuhlah Archiel.” Lalu aku pun bergerak maju duluan, menghadang Satan. Kedua pedang kami pun bertemu, pedang perakku dengan pedang hitam-merah darah Satan, mengalunkan dentingannya. Kami berdua saling menangkis serangannya. Saat aku lengah, Stella pun menutup celah pertahananku yang kosong. Pedang Stella pun menghalangi Pedang Satan yang hampir menembus dadaku.
“trims, Stella.”
“Janganlah kau terburu-buru menyerang, Vicio.” Kemudian, kami berdua secara bergiliran menyerang Satan.
“Amuklah pedang Iblis : mare delle tenebre .” Ujar Satan mengeluarkan jurus pedangnya
“Jurus Pedang : Spada della luce !” Dari pedang Stella keluarlah cahaya terang. Kemilaunya menelan jurus Satan yang berisikan kegelapan pekat.
“Arrgh ! Silau dan panas !” Ujar Satan
“Sekarang waktunya Vicio !”
“Jurus pedang : Dio della morte di un migliaio di spade.” Dari pedangku keluarlah seribu pedang lain, yang kemudian bergerak mengarah ke Satan, dan menusuk tubuhnya.
“Uaarrrgh.” Satan pun roboh, sekarat.
“Bos !”
“Satan !”
Archiel dan Lucifer pun menghentikan pertempurannya. Mereka kemudian menggotong Satan, yang terkulai lemas akibat jurusku.
“Ingatlah kalian manusia bedebah dan setengah malaikat, kami kaum Iblis takkan pernah goyah untuk menguasai dunia. Kelak kami akan menang !”
Lalu mereka menghilang dalam sekejap, dengan jentikkan jari Archiel dan Lucifer.
“Kegelapan yang kau pegang takkan bisa menguasai dunia selamanya. Hanya ada kebaikan yang bisa bertahan.” Ujarku dalam hati sembari menggenggam tangan Stella.


FF - Kekalahan Raja Iblis

Posted by : Unknown 10 Comments
Tag : ,
Kisah cintaku dengan Haruka terhalangkan jalan yang berliku. Selalu saja ada pertentangan dari pihak dalam, khususnya orang tuaku dan orang tuanya. Ya, mereka tak menyetujui hubungan kami sejak awal, dikarenakan suku dan pekerjaanku. Haruka adalah keturunan berdarah China-Jepang, sedangkan aku hanyalah kaum pribumi.
Kukembalikan semua kenangan saat awal pertemuanku dulu. Aku bertemu dengannya saat aku masih menjalankan profesi sebagai seorang pemain futsal professional di klub tenar, Jakarta FC. Sedangkan ia sendiri masih menjadi seorang penyanyi di JKT48. Kami pun kemudian mengakrabkan diri melalui jejaring social. Demi diriku, ia pun kemudian meninggalkan karir di JKT48 dengan dalih ingin melanjutkan karir solonya. Kami pun kemudian berpacaran setelah tiga bulan pendekatan.
Suatu hari, saat senja tiba, kami berdua sedang berjalan-jalan di taman kota Fatahillah. Bercengkrama layaknya muda-mudi kebanyakan.
“Haruka-chan, enak tidak Sashimi tadi yang kubuat?”
Hai. Oishi desu.  Bahkan orang tuaku tak bisa memasak sepertimu” Ujar Haruka dengan logat jepangnya yang masih khas, meski sudah lancar berbahasa Indonesia, memujiku. Kami berjalan-jalan sejenak. Lalu, saatku menuju mobilku yang terparkir, kulihat dua orang bertubuh kekar merusak mobilku. Sedang satu orang lainnya, dengan baju berjas dan membawa pedang menyuruh kedua orang itu. Dan terlihat ada bapaknya Haruka di sisi orang itu.
“Hei kalian semua apa yang kau perbuat dengan mobilku ?”
“Ayah ! mengapa kau merusak mobil Vicio-san?”
“Haruka ! aku dan ibumu sudah lama tak merestui lelaki jalang ini ! Yang hanya hidup dari mengolah bola ! sudah kubawakan jodohmu dari Jepang !”
“Tapi, ayah. Aku sangat mencintai Vicio-san.”
“Aku tetap tak merestui hubunganmu dengan Vicio !” Ayah Haruka pun membentak dan mencoba merebut paksa tangan anaknya. Tapi Haruka menepisnya.
“anak durhaka kamu ! kuperkenalkan orang itu. Dia adalah Jayushi. Seorang pengusaha kaya asal Jepang. Dia akan kunikahkan denganmu.”
“Apa ?” Haruka dan aku pun terkaget mendengarnya.
Watashi wa Jayushi desu. Dozou Yoroshiku, Haruka-chan. Aku akan langsung melamarmu, nona cantikUcap Jayushi memperkenalkan dirinya dalam bahasa jepang. Wajahnya sangat buruk rupa, dengan banyak keriput tampak jelas dari mukanya.
“Aku tak mau dengannya, Ayah. Aku hanya mau dengan Vicio-san.
“Kurang ajar kamu ! Hei dua orang pengawal dan Jayushi, hajar bocah ingusan itu !”
Tanpa basa-basi, mereka bertiga mengeroyokku. Pertarungan berlangsung tak seimbang, namun kumasih bisa memberi luka pada pipi Jayushi dan beberapa bogem mentah kepada dua orang sisanya. Namun mereka begitu kuat, berlangsung cepat hingga aku kehilangan banyak darah. Aku pun roboh. Dengan sisa kesadaranku, kulihat Jayushi menghunuskan pedang samurainya, mencoba menghabisiku. Namun, Haruka melindungiku yang terluka parah. Sayang ia pun tertusuk perutnya.
“Haruka ! Anakku !”
“Aku tetap mencintai Vicio-san, ayah. Apapun kuperbuat demi dirinya. Maafkan aku.”
Ayahnya benar-benar kehabisan kata dan murka. Ia bersama Jayushi dan dua orang lainnya meninggalkanku dan Haruka, begitu saja seperti sampah tiada guna.
“Haruka-chan, maafkanku. Aku tak bisa melindungimu.”
“Tidak apa Vicio-san. Kita akan mati bersama, dan hidup bahagia di surga sana.”
Setelah itu, Haruka pun menghembuskan nafas terakhirnya. Disertai senyum terakhir yang tertinggal dari bibir manisnya.
“Terima kasih, Haruka-chan telah mencintaiku tulus.”
Lalu aku pun roboh, tewas terkapar bersimbah darah. Menyusul dirinya. 

FF - Setia Hingga Akhir

Posted by : Unknown 13 Comments
Tag : ,
Aku ingin menjadi sepertimu
Menjadi seorang pujangga
Yang tak kenal lelah membuat beribu bait kehidupan
Yang tertuangkan oleh berlembar puisi

Ya, seorang pujangga
Yang takkan tidur
Yang takkan pernah mencecapi nikmat duniawi
Yang akan hidup bagaikan binatang jalang
Demi tujuan hidupnya

Aku akan menyebarkan asam garam yang kurasa
Tangan selalu menari bersama tinta
Mencoba mengungkap nilai kebenaran sesungguhnya
Tersiratkan dalam buku kehidupan

Membuka tirai yang menutup jendela hidup
Membuka mata semua orang
Hingga dapat memikat hati mereka
Dan pada akhirnya dapat menguasai dunia


Menjadi Seorang Pujangga

Posted by : Unknown 5 Comments
Tag : ,
Ketika terlihat penghujung hidupku 
Semakin jelas sudah
Tatkala cinta ini tak terbalaskan olehmu

Ketika bayang ragamu mengabur
Aku hanya bisa tersenyum getir
Berpasrah menunggu kematian
Sembari mengubur rasa yang tersisa
Di lubang kematianku

Aku pun sendirian
Berteman rasa sepi
Hanya bisa kuratapi langit kosong
Sembari menghirup udara
Disaat lautan bergejolak
Mencoba menenggelamkan hati yang rapuh

Hanya bisa terucapkan kata "suka"
Dari bibir yang terkulum hampa
Hanya bisa mengeluarkan kata "cinta"
Dari lidah yang terbujur kaku
Hanya bisa mengejar ragamu
Dari kedua bola mataku 
Yang telah kehilangan sinarmu

Hanya bisa mengagumimu dari jauh
Ketika mengetahui dirimu ada yang punya
Hanya bisa merasakan pesonamu dari kesunyian malam
Hanya bisa kutuliskan rasa ini kepadamu
Melalui guratan lembar puisi
Yang tertuang dari benak yang senang menyepi
Sebelum maut menjemputmu


Tak Bisa Memiliki Cintamu

Posted by : Unknown 12 Comments
Tag : ,

- Copyright © 2013 Spirit and Confidence - Shingeki No Kyojin - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -